
Sentra Primer – Langit Yogyakarta masih gelap ketika alarm di beberapa kamar penginapan mulai berbunyi. Jarum jam bahkan belum menunjukkan pukul lima pagi. Satu per satu guru dan karyawan TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer bersiap meninggalkan kamar, mengenakan pakaian terbaik untuk menyambut fajar.
Udara pagi terasa sejuk, jalanan masih lengang, sesekali terdengar suara kendaraan yang melintas, namun suasana tetap didominasi keheningan yang menenangkan. Bersama-sama mereka melangkah kaki menuju sebuah tempat yang telah lama dikenal sebagai ikon kemakmuran masjid di Indonesia: Masjid Jogokariyan. Perjalanan singkat dengan berjalan kaki itu menjadi salah satu momen yang paling membekas dalam rangkaian kunjungan guru dan karyawan TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer ke Yogyakarta pada 22–24 Juni 2026.
Menyambut Fajar dengan Langkah-Langkah Kecil
Perjalanan yang Sederhana, Maknanya Luar Biasa
Tak ada percakapan yang terlalu ramai pagi itu. Bagi para pendidik, perjalanan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa mendidik anak-anak juga dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Sebagaimana menuju masjid, perjalanan membentuk karakter peserta didik pun membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan keikhlasan. Sesampainya di Masjid Jogokariyan, ada jemaah yang telah datang lebih dulu. Semua menyatu dalam satu tujuan yang sama: memenuhi panggilan Allah SWT.
Masjid yang Tidak Pernah Kehabisan Kehangatan
Lebih dari Tempat Salat
Masjid Jogokariyan telah lama dikenal bukan hanya karena arsitekturnya atau jumlah jamaahnya, tetapi juga karena budaya pelayanan yang begitu kuat. Senyum para relawan, keramahan dalam menyambut jamaah, hingga suasana kekeluargaan yang terasa sejak memasuki area masjid memberikan kesan mendalam bagi rombongan TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer.
Di sana, masjid benar-benar menjadi pusat kehidupan umat. Tempat ibadah berpadu dengan ruang silaturahmi, dakwah, dan pelayanan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bahwa sebuah lembaga akan tumbuh besar ketika dibangun dengan semangat melayani.

Inspirasi yang Dibawa Pulang
Setelah salat Subuh usai, para guru tidak hanya membawa ketenangan hati. Mereka juga membawa banyak pelajaran. Bahwa pendidikan bukan sekadar menyampaikan materi. Bahwa karakter tidak lahir dari teori, tetapi dari contoh nyata.
Bahwa anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengar. Nilai-nilai itu menjadi bekal berharga yang akan kembali dihadirkan di ruang-ruang kelas TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer.
Baca Juga: Anak Lulus TK? Ini Bekal Penting Menuju SD
Masjid Jogokariyan
Mengutip dari laman resminya, berdirinya Masjid Jogokariyan bermula dari sebuah langgar kecil di Kampung Pinggiran Selatan Yogyakarta. Masjid Jogokariyan berusaha menerapkan manajemen masjid zaman Rasulullah dengan aplikasi di zaman modern dan dengan inovatif sehingga bisa diterima oleh masyarakat.
Logo Masjid Jogokariyan terdiri dari tiga bahasa. Arab, Indonesia, dan Jawa. Ini adalah wujud dari semangat Masjid, untuk menjadi Muslim yang salih seutuhnya tanpa kehilangan akar budaya. Terdapat sejumlah manajemen Masjid Unggulan di tempat ibadah ini, yaitu ATM Beras, pelatihan sholat kepada warga, peta dakwah yang jelas, hingga saldo Infaq Rp0,- yaitu semangat segera menyalurkan amanah infaq dari jemaah kembali lagi ke jemaah. Adapun Masjid yang mulai dibangun pada September 1966 ni beralamat di Jl. Jogokariyan No. 36, Mantrijeron, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Membawa Semangat Jogokariyan ke Ruang Kelas
Menjadi guru anak usia dini berarti menjadi sosok yang setiap hari diperhatikan oleh puluhan pasang mata kecil. Cara berbicara, bersikap, hingga kebiasaan beribadah akan terekam dalam ingatan mereka. Karena itulah, penguatan spiritual bagi pendidik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan kualitas pendidikan.
Kunjungan ke Masjid Jogokariyan menjadi ruang refleksi bahwa seorang guru perlu terus memperbaiki diri agar mampu menjadi teladan yang baik bagi peserta didik. Nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, kebersamaan, dan pelayanan yang dirasakan selama berada di masjid diharapkan tumbuh menjadi budaya yang hidup di lingkungan sekolah.
Setiap pengalaman memiliki pelajaran. Demikian pula perjalanan ke Yogyakarta yang dilakukan guru dan karyawan TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer. Semangat memakmurkan masjid, melayani sesama, serta membangun kebersamaan menjadi inspirasi yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan.
Di sekolah, semangat itu diwujudkan melalui pembelajaran yang interaktif, hubungan yang friendly antara guru dan peserta didik, serta pembiasaan ibadah yang dilakukan setiap hari. Suasana sekolah nyaman bukan hanya hadir karena fasilitas yang baik, tetapi juga karena adanya hubungan yang hangat antara seluruh warga sekolah.
Di tengah lingkungan islami, anak-anak belajar mengenal Allah, mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, serta membangun kebiasaan baik sejak usia dini. Inilah komitmen yang terus dijaga oleh TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer sebagai TK Islam terbaik di Jakarta Timur, yaitu menghadirkan pendidikan yang menyentuh akal, hati, dan karakter anak secara seimbang.
Segera daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda di KB-TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer sekarang juga! Dapat dilakukan dengan kunjungan sekolah atau menghubungi kami melalui:
- Pendaftaran PMB: TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer
- Telepon: 0812-3322-2574 (Whatsapp Sekolah)
- Sosial Media Resmi: Instagram | Youtube
- Alamat: Jl. Dr. Sumarno Jl. Sentra Primer No.13, RT.13/RW.8, Pulo Gebang, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13940
