Mengapa Bermain Penting Bagi Anak?

Sentra Primer – Bagi anak usia dini, bermain bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Bermain merupakan proses belajar yang alami, di mana anak mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi, hingga mengenali emosi dan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, banyak pakar pendidikan menempatkan bermain sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran anak. 

Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama orang tua saat memilih sekolah yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Manfaat bermain akan lebih maksimal jika didukung oleh lingkungan belajar yang tepat. Sekolah dengan suasana friendly akan membuat anak merasa aman, dihargai, dan percaya diri untuk mengeksplorasi berbagai hal baru. 

Sementara itu, metode pembelajaran yang interaktif mendorong anak aktif bertanya, mencoba, dan berkolaborasi melalui berbagai aktivitas bermain yang dirancang sesuai tahap perkembangannya. Dengan pendekatan tersebut, proses belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus bermakna.

Mengapa Anak Perlu Bermain?

Lebih dari sekedar pengisi waktu luang, bermain merupakan hak asasi yang diakui dalam Konvensi PBB tentang Hak Anak. Lewat bermain, anak belajar mengenal dunia di sekitarnya sekaligus mengembangkan berbagai aspek penting dalam dirinya. Efriyani Djuwita, S.Psi., M.Si., seorang Psikolog Klinis Anak menyampaikan bahwa psikologi melihat bermain sebagai aktivitas fundamental.

“Karena melalui bermain anak belajar memahami lingkungannya, mengelola emosi, mengembangkan kemampuan berpikir, serta melatih keterampilan memecahkan masalah,” ungkap wanita yang akrab disapa Mba Ita dikutip dari laman resmi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Senin, 29 Juni 2026.

Tak hanya itu, psikologi juga melihat bermain sebagai sarana yang membantu individu berfungsi secara adaptif. Sejumlah penelitian di dalam maupun luar negeri menunjukkan beragam manfaat bermain, diantaranya adalah:

  1. Perkembangan fisik dan motorik: aktivitas seperti berlari, melompat, atau memanjat melatih koordinasi tubuh dan kekuatan motorik. 
  2. Interaksi sosial dan empati: bermain bersama teman mengajarkan anak menunggu giliran, bekerja sama, serta memahami perasaan orang lain.
  3. Kemampuan kognitif: kegiatan seperti bermain balok terbukti meningkatkan penalaran spasial, kreativitas, dan pemecahan masalah. 

Selain itu, bermain juga memiliki peran dalam melatih kemampuan regulasi diri dan emosi pada anak. Seperti saat bermain dengan berpura-pura menjadi ibu menggunakan boneka, anak belajar mengelola emosinya sekaligus memahami hubungan antara perilaku dan respons orang lain. “Anak dapat mencoba berbagai skenario, seperti menjadi anak yang menangis keras atau meminta sesuatu dengan baik-baik, sehingga ia memahami berbagai dampak dari setiap cara berperilaku,” ungkap Dosen Fakultas Psikologi UI tersebut.

Dijelaskan juga bahwa bermain dapat menjadi saluran bagi anak untuk mengekspresikan emosi negatif yang sulit diungkapkan secara langsung. Proses ini membantu mengurangi kecemasan dan membuat anak lebih tenang serta siap menghadapi lingkungannya.

Mengapa Bermain Penting Bagi Anak?
Mengapa Bermain Penting Bagi Anak?

Apakah Bermain Lebih Penting dari Belajar?

Banyak yang beranggapan bahwa bermain tidak lebih penting dari belajar. Ita menjelaskan bermain merupakan main business-nya anak-anak. “Aktivitas utamanya anak-anak di usia dini dan jika kegiatan ini hilang di masa itu, anak akan kehilangan banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang,” ungkapnya.

Kesalahpahaman terkait bermain pada anak adalah dianggap buang-buang waktu. Padahal, bermain yang terfasilitasi dengan baik dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif dan menjadi momen yang baik bagi anak untuk menghabiskan waktu. Tidak harus dengan mainan berlabel ‘educational toy’, bahkan anak bisa bermain dan belajar banyak hal dari benda-benda di sekitar mereka. Yang terpenting adalah kesempatan, kreativitas dan kemampuan orang dewasa dalam memfasilitasi anak dalam bermain.

Baca Juga: Daycare Alsen, Ruang Tumbuh Ceria Selama Liburan

Dampak Kurangnya Waktu Bermain Berkualitas

Di usia dini, anak-anak sebaiknya memiliki waktu bermain yang seimbang dan berkualitas. Kurangnya waktu bermain yang berkualitas dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. Mulai dari mudahnya anak merasa bosan, sulit untuk mengelola emosi atau membangun relasi dengan teman sebaya dan lingkungannya. 

Dalam praktik klinisnya, Ita menemukan bahwa anak-anak dengan tuntutan akademis tinggi dan sedikit waktu bermain cenderung kesulitan mengontrol emosi. “Ada kebutuhan untuk mereka sebenarnya untuk bisa rileks, melepas emosi, yakni lewat kegiatan bermain,” katanya. 

Ia menyampaikan bahwa anak-anak yang terlalu banyak tuntutan akademis dan sedikit ruang untuk bermain cenderung sulit berkonsentrasi. Sebab, mereka mungkin akan mencuri-curi waktu bermain pada aktivitas yang seharusnya serius. Padahal, apabila kegiatan bermain diberikan dengan waktu yang proporsional, maka anak bisa lebih siap dan atentif pada saat ia harus menghadapi kegiatan yang serius. Ita menjelaskan, kegiatan bermain sebenarnya juga merupakan sumber energi positif anak. Sehingga ketika hal ini kurang, maka dapat berpotensi membuat anak tampak tidak bergairah atau tidak bersemangat melakukan aktivitas kesehariannya.

Mengapa Bermain Penting Bagi Anak?
Mengapa Bermain Penting Bagi Anak?

Bermain Sambil Belajar di Lingkungan Sekolah

Pendekatan bermain sambil belajar inilah yang juga diterapkan oleh TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer dalam komitemannya menjadi TK Islam terbaik yang menghadirkan pengalaman belajar menyenangkan sekaligus bermakna bagi setiap murid. Di TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer, kegiatan bermain dirancang secara terarah melalui berbagai program unggulan yang mengintegrasikan aspek kognitif, motorik, sosial, emosional, serta spiritual anak. 

Melalui proses bermain sambil belajar yang interaktif, para murid diajak bereksplorasi, berkreasi, memecahkan masalah, hingga belajar bekerja sama dengan teman. Seluruh aktivitas dikemas dalam suasana yang friendly, sehingga anak merasa aman, nyaman, dan percaya diri untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Lebih dari sekadar membangun kecerdasan akademik, TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer juga menanamkan nilai-nilai pendidikan Islami dalam setiap aktivitas bermain dan belajar. 

Pembiasaan ibadah, adab sehari-hari, kecintaan kepada Al-Qur’an, serta pembentukan karakter dilakukan secara menyenangkan sesuai tahap perkembangan anak. Inilah yang menjadikan bermain dan belajar berjalan beriringan untuk membentuk generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, sekaligus berakhlak mulia sejak usia dini.

Informasi & Pendaftaran (PMB)

Segera daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda di KB-TK Islam Al Azhar 6 Sentra Primer sekarang juga! Dapat dilakukan dengan kunjungan sekolah atau menghubungi kami melalui: 

 

 

Postingan Terkait